Love Valentine's Day Pumping Heart

Selasa, 31 Mei 2016

INDAHNYA BERBAGI


AQIQAH
 Hasil gambar untuk gambar kambing aqiqah
A.     Pengertian Aqiqah
Menurut bahasa, aqiqah berarti "bulu" atau "rambut anak yang baru lahir". Sedangkan menurut istilah berarti : menyembelih hewan tertentu sehubungan dengan kelahiran anak baik itu laki-laki atau perempuan sesuai dengan ketentuan agama islam.
Aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, baik perempuan maupun laki-laki berupa penyembelihan hewan dan pemotongan rambut. Pada hari itu pula biasanya anak diberi nama. Jika pada waktu itu belum dapat melaksanakan, aqiqah boleh dilakukan asal anak itu belum sampai masa baligh atau dewasa.

B.     Hukum Aqiqah
Aqiqah hukumnya sunnah muakadah bagi orang tua/wali bayi jika mampu untuk melaksanakannya, Untuk ketentuan hewan aqiqah ialah kambing atau domba. Bagi anak laki-laki dua ekor kambing sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing. berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih (aqiqahnya) bagi dia pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dinamai dia dan dicukur rambutnya.” (HR. Imam Ahmad: 5/8, 12 dan An-Nasa’i: 7/166, dan dishahihkan lebih dari satu orang).

C.     Hikmah Aqiqah
Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah setelah dikaruniai seorang anak dan sebagai wasilah kepada Allah Subhanahu wata’ala untuk menjaga dan melindungi bayi yang dilahirkan.

D.    Hukum-hukum Aqiqah:
1.      Kondisi kesehatan dan usia hewan aqiqah.
Apa yang diperbolehkan dalam berqurban dari segi umur dan kondisi fisik, dan apa yang tidak diperbolehkan untuk berqurban juga tidak diperbolehkan untuk aqiqah.
2.      Memakan sebagian dan membagikannya sebagian.
Dianjurkan untuk membaginya sebagaimana pembagian dalam daging kurban, memakan sebagian darinya, mensedekahkan dan menghadiahkan sebagian lainnya.
3.      Hal yang dianjurkan pada hari aqiqah.
Disunnahkan aqiqah untuk laki-laki dengan dua ekor kambing karena Rasulallah Shallahu ‘alaihi wasallam menyembelih dua ekor kambing (untuk aqiqah) Hasan. (HR. At-Tirmidzi, dan dia menshahihkannya)
(Dan untuk anak perempuan satu ekor kambing)
Dianjurkan juga untuk memberi nama pada hari ketujuhnya, dengan nama yang terbaik, dan dianjurkan untuk mencukur rambutnya dan bersedekah dengan emas dan perak yang diukur dari berat rambutnya atau disesuaikan dengan uang. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits ketika Rasulallah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih (aqiqahnya) bagi dia pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dinamai dia dan dicukur rambutnya.” (HR. Imam Ahmad: 5/8, 12 dan An-Nasa’i: 7/166).
4.      Adzan dan iqamah di telinga anak yang dilahirkan.
Para ulama menganjurkan untuk adzan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kiri dengan mengharap perlindungan Allah Subhanahu wata’ala dari gangguan jin. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat:
“Barang siapa yang telah mendapat kelahiran anak, maka dibacakan adzan di telinga kanannya dan iqamah di telinga kirinya, maka anak tersebut tidak akan diganggu ummu sibyan (jin).” (Disebutkan oleh Ibnu As-Suni secara marfu’: 617 dan Imam An-Nawawi menyebutkannya di dalam Al-Adzkar: 253, juga penyusun At-Talkhis namun dia tidak berkomentar).
Apabila telah lewat tujuh hari belum menyembelih aqiqah, maka sah untuk menyembelih pada hari keempat belas atau hari keduapulu satu, dan jika bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh tidak perlu aqiqah baginya.

E.     Keutamaan Aqiqah
Suatu rumah tangga baru dikatakan lengkap apabila terdiri dari ayah, ibu dan anak. Kehadiran anak dalam keluarga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi ayah dan ibu. Anak merupakan harapan masa depan dan memberi makna dalam kehidupan keluarga.
Oleh karena itu kelahiran anak sebagai anugerah dan amanat dari Allah yang patut disyukuri. Aqiqah dapat dipandang sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karuni-Nya dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas amanat yang diberikan Allah agar dapat memelihara dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang.
Selain itu, dalam aqiqah juga terkandung nilai-nilai sosial silaturahmi serta peningkatan gizi masyarakat karena hewan aqiqah yang telah disembelih dan dimasak selanjutnya akan disedekahkan dagingnya kepada para tetangga serta masyarakat lainnya.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang artinya :
"Dari Samurah RA dari NABI SAW ia berkata : tiap-tiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, yang harus dipotongkan kambing pada hari ketujuh dari kelahirannya. Dan pada hari itu pula dicukur rambutnya serta diberi nama" (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar