A. Hasud
1. Pengertian Hasud
Hasud
adalah perasaaan tidak senang melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah
Swt, bahkan berusaha dengan berbagai cara agar orang yang mendapat nikmat dan
kesenangan tersebut kembali seperti semula. Kepuasannya akan tercapai apabila
orang lain tak ada yang melebihinya dalam segala hal.
Misalnya
seperti kasus berikut: si Ali sudah diangkat masyarakat menjadi guru/imam tetap
di salah satu masjid, kemudian datang si Badrun dengan segala cara berusaha
menjatuhkan si Ali. Dan si Badrun sebenamya ingin menjadi guru/imam tetap
menggantikan si Ali di masjid itu. Cara begini adalah berdosa di sisi Allah.
Tapi kalau si Badrun ingin menjadi guru/imam tetap di masjid yang lain, yang
belum ada imam/gurunya atau masih membutuhkan, itu boleh saja dan tidak salah.
Tapi jangan dengan merebut jabatan orang lain yang sudah dikaruniakan oleh Allah
Swt dan dipercayakan kepadanya. Cara seperti inilah yang tidak diperbolehkan,
Hasud
itu telah ditentang oleh Allah Swt dalam beberapa hal seperti:
a. Membenci
nikmat atau anugerah Allah Swt yang diberikan kepada orang lain.
b. Tidak
rela menerima pembagian karunia Allah Swt atas dirinya.
c. Pelit
terhadap pemberian Allah Swt, kalau bisa kebajikan dan anugerah Allah Swt jatuh
pada dirinya, tidak perlu orang lain, kalaupun orang lain memperolehnya
diharapkan di bawah derajat dirinya.
d. Mengikuti
pengaruh iblis yang sebetulnya sangat merugikan dan menghinakau diri sendiri.
2. Akibat perbuatan hasud
Abu
Laits Asmarakandi (1980: 228) mengatakan, tidak ada yang lebih jahat selain
hasud, penghasud akan mengalami bencana sebelum hasutannya mencelakai orang,
misalnya:
a. Kerisauan
dan kegelisahan akibat kebencian tak terputus-putus.
b. Terkena
kehinaan dan kegelisahan apalagi ia menyadari bahwa orang lain telah memahami
hasutannya, maka la akan dipandang rendah dan pasti dijauhi.
c. Jauh
dari rahmat Allah Swtdan sesama manusia.
d. Hancurnya
kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan.
Nabi
bersabda: "Jauhilah olehmu sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu
memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar: " (HR. Abu
Dawud).
3. Cara menghindari sifat hasud
a. Selalu
meningkatkan iman kepada Allah Swt
b. Berupaya
meningkatkan ketaqwaan Allah.
c. Mensyukuri
nikmat Allah yang diberikan kepada kita.
d. Meningkatkan
sifat qana'ah.
e. Menyadari
kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia
B. Sifat Riya'
1. Pengertian
Riya
menurut arti bahasa berarti "melihat" karena ketika berbuat, selalu
berusaha agar dilihat dan diperhatikan orang lain untuk mendapat pujian. Sedang
riya menurut istilah adalah "sikap atau tindakan seseorang memperlihatkan
amal perbuatannya serta ibadahnya kepada orang lain". Dengan kata lain
riya adalah melakukan amal ibadah dengan niat karena selain Allah, ingin pujian
atau dilihat orang lain.
Niat
karena Allah Swt sangat menentukan nilai dan kadar iman seseorang yang
melakukan pekerjaan, apakah untuk mendapat ridha dan pahala Allah Swt atau
untuk tujuan lain. Rasulullah bersabda:
Artinya:
"Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya dan seseorang akan
memperoleh balasan sesuai dengan apa yang diniatkan. " (HR. Bukhari dan
Muslim).
2. Macam-macam riya'
Riya
terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
a. Riya'
dalam niat
Artinya sejak
awal perbuatan, bahkan sebelumnya sudah didasari riya'. Dengan demikian riya'
dalam mat apabila seseorang melakukan sesuatu pekerjaan, hatinya merasa bangga
dan mengharap pujian, sanjungan dan penghargaan dari orang lain, bukan ikhlas
karena Allah Swt Karena niat bukan karena Allah, maka segala apa yang ia
lakukan baik ibadah salat, puasa, haji, maupun amaliah yang lainnya akan
menjadi sia-sia dan musnah.
b. Riya'
dalam perbuatan
Artinya Riya' dilakukan ketika sedang melakukan
perbuatan baik ibadah maupun pekerjaan amaliyah yang bersifat keduniaan bila
didasari dengan niat riya', tidak ikhlas karena Allah Swt, ingin dilihat orang,
mengharap pujian dan sanjungan dari orang lain, tidak akan mendapat nilai atau
manfaat baik bagi dirinya maupun masyarakat, lebih-lebih bagi agama dan negara.
c. Bersedekah
didasari riya', laksana batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu
ditimpa hujan lebat, lain menjadilah dia bersih. Baca firman Allah dalam QS. Al
Baqarah: 264.
d. Allah
melarang berperang berdasarkan riya' dan menghalangi (orang) lain menempuh
jalan Allah (sabilillah), baca firman Allah dalam QS. Al Anfal: 47.
C. Sifat Aniaya (Zalim)
1. Pengertian
Aniaya
berasal dan bahasa Arab (dzolama) sifat ini termasuk salah satu sifat yang
dikutuk oleh Allah dan Rasul-Nya, serta dikecam oleh seluruh umat manusia di
dunia. Sifat ini berakibat menjatuhkan martabat diri sendiri dan orang lain.
Sifat aniaya/zalim dapat berupa bentuk :
a. Zalim
kepada Allah, tidak mau mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.
b. Zalim
kepada orang lain, artinya memperkosa kehormatan dan harta benda atau berbuat
semena-mena kepada orang lain.
c. Zalim
kepada binatang, artinya memperlakukan binatang secara tidak Islam, dengan cara
mengurung, menyembelih dengan pisau tumpul dan sebagainya.
2. Bahaya sifat zalim
a. Akan
merugikan kehidupan sendiri baik di dunia maupun di akhirat
b. Akan
memperoleh azab/laknat dan Allah (QS. Al Maidah: 78-80).
c. Akan
memperoleh siksaan Allah di akhirat (QS. Al Maidah: 33)
d. Amal
perbuatannya menjadi sia-sia (QS. Al Kahfi: 103-105)
D. Diskriminasi
Diskriminasi
adalah perbedaan.
Sedangkan
menurut istilah diskriminasi adalah bersikap membeda-bedakan atau memisahkan
antara sesama manusia, baik karena perbedaan derajat, suku, bangsa, warna
kulit, jenis kelamin, usia, golongan, ideologi dan sebagainya.
Menurut
George A Theodorson dan Achilles George Theodorson dalam A Modern Dictionary of
Sosiology mengartikan bahwa diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang
terhadap perorangan atau kelompok berdasarkan sesuatu,biasanya bersifat katagorikal,
atau atribut – atribut khas berdasarkan suku, bangsa, agama atau kenggotaan
kelas – kelas sosial.
Adapun
contoh perbuatan diskriminasi yaitu :
1. Sebagian
masyarakat yang menempatkan laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.
2. Adanya
jurang pemisah antara orang kaya dengan orang miskin.
3. Di
Amerika Serikat, adanya penggolongan antara orang yang berkulit putih dengan
orang yang berkulit hitam ( orang Negro ),Orang kulit putih beranggapan bahwa
mereka adalah orang pribumi.Sedangkan orang Negro dianggap sebagai budak dan
merupakan sumber kerusuhan dan kekacauan.
4. Stevan yang beragama Kristen enggan berteman dengan
Yusuf yang beragama islam.Hal ini dikarenakan perbedaan agama
Adapun
dampak negatif diskriminasi,yaitu :
1. Mengakibatkan
munculnya sifat yang buruk yaitu kecongkakan atau kesombongan.
2. Membanggakan
diri sendiri dan meremehkan orang lain
3. Memunculkan
sikap apatis (sifat masa bodoh) yang menumbuhkan kehancuran tatanan masyarakat
4. Manusia
terkoyak-koyak pada golongannya sendiri
E. Sikap dan Perilaku Muslim yang Menjauhi Sifat
Hasud, Riya' dan Zalim, dan Diskriminasi
1.
Selalu
meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt
2.
Selalu
mensyukuri nikmat dan karunia Allah Swt yang diberikan dan menyadari bahwa
Allah Swt memberikan nilai lebih antara satu dengan yang lain.
3. Selalu
menanamkan komitmen pribadi dalam setiap tindakannya dalam pergaulan di
masyarakat; yaitu menjadikan dirinya sebagai penyuluh, bukan hakim, menjadikan
dirinya sebagai seorang model muslim yang istiqomah, bukan menjadi pengecam
saudaranya, menjadikan dirinya bagian menjadi solusi dan bukan bagian dari
masalah, dan menjadikan setiap usahanya membawa manfaat bukan mudharat.
4.
Menyadari
bahwa yang membedakan manusia di sisi Allah adalah kualitas ketaqwaan mereka
5. Melihat keragaman ciptaan, bangsa dan suku adalah
sesuatu yang wajar dan niscaya.
6. Allah
tidak melihat kemuliaan seseorang dari penampilan luar.
7. Membiasakan
diri menghindari sifat-sifat saling
merendahkan, saling mencela, salingmemanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan, saling berperasangka jelek (saling
curiga), saling mencari-cari kejelekan orang lain, saling menggunjig
Al
Baqoroh 109
وَدَّ
كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً
حَسَداً مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُواْ
وَاصْفَحُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
[Sebahagian
besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada
kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka
sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah
mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa
atas segala sesuatu.
Berhubungan
dengan dengki
Yakni
ketidakinginan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)
akan “di turunkannya suatu kebaikan kepada (kaum Mukmin) dari tuhannya”
Berkaitan
dengan Riya
Orang2
Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) karena ingin mengharap pujian dan sanjungan
dari orang lain. Ingin di anggap bahwa Orang2 Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)
adalah orang yang benar. Karena kecerdasannya
Berkaitan
dengan Zholim
Orang2
Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) ingin menjadikan orang beriman menjadi orang
yang tiak mematuhi perintah Allah. Dan ingin memasukan orang beriman ke dalam
golongan orang yang musrik .
Berkaitan
dengan Diskriminasi
Allah
memperingatkan kepada kita agar tidak termasuk ke dalam golongan musyrik
An-Nissa
142
142.
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas
tipuan mereka[364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri
dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia.
Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366].
Berkaitan
dengan Riya
Seseorang
jika mendirikan sholat hanya semata karena manusia.
Meeka
dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para
mukmin.
Surat
Al-Mā`ūn 1-7
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan
agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan
orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang
shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari
shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang
berguna
Berkaitan
dengan Riya
Beribadah
keapada allah semata untuk karena mendapatkan perhatian terhadap manusia.
Memberikan
sedekah kepada orang miskin, kemudian ingin mendapat sanjungan atau pujian
Berkaitan
dengan Zholim
Orang
yang menguras kehormatan, maupun berbuat semena-mena terhadap orang miskin.
Asy
Syu'araa' 42
Fir'aun
menjawab: "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan
menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)."
Berhubungan
dengan dengki
Firaun
tidak senang dan berbuat sesuatu kepada nabi Musa, agar sihir dari firaun
menang
Berkaitan
dengan Riya
Firaun
telah menganggap dirinya adalah tuhan. Maka firaun menyuruh kepada umat lainnya
untuk menyembah firaun. Padahal firaun adalah termasuk orang yang musrik
Berkaitan
dengan Zholim
Firaun
membunuh semua anak laki-laki pada saat jamannya
Firaun
membakar nabi Musa As.
Menghukum
orang yang tidak bersalah
Berkaitan
dengan Diskriminasi
Membedakan
dengan golongan orang musyrik yang di tokohkan dengan Firaun